Wamendiktisaintek Kunjungi SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Memberi Motivasi dan Apresiasi Siswa Lolos Universitas Top Dunia

whatsapp image 2026 05 08 at 08.29.27 (2)

Wamendiktisaintek Kunjungi SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Memberi Motivasi dan Apresiasi Siswa Lolos Universitas Top Dunia

Banda Aceh, 7 Mei 2026 — SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi mendapat kunjungan istimewa dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., pada Kamis (7/5). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tinjauan khusus Program Sekolah Garuda yang dilaksanakan di musala sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.AP., bersama para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan rasa bangga atas peningkatan prestasi siswa, khususnya keberhasilan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas terbaik dunia.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa siswa Aceh memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

Ia juga berharap seluruh siswa yang telah mendapatkan LoA dapat diberangkatkan ke luar negeri untuk melanjutkan studi, dengan dukungan pemerintah pusat untuk biaya perjalanan, sementara biaya hidup ditanggung oleh Pemerintah Aceh.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Aceh memiliki komitmen besar dalam pembangunan pendidikan, termasuk melalui dukungan dana pendidikan yang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia unggul, terutama di bidang sains dan ilmu terapan.

Ia berharap Program Sekolah Garuda dapat melahirkan generasi baru Aceh yang mampu mengolah sumber daya alam daerah menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai global.

Sementara itu, Prof. Stella Christie menyampaikan bahwa kunjungan kali ini membawa kabar yang sangat membanggakan. Jika pada tahun sebelumnya hanya tiga siswa yang berhasil memperoleh LoA dari universitas top 100 dunia, maka tahun ini jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 16 siswa.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak hanya disebabkan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga karena keberanian siswa untuk membangun kepercayaan diri dan memanfaatkan peluang yang ada.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran penting PIC Garuda Transformasi/college counsellor sekolah, Miss Eridafithri, M.A. (TESOL), yang secara intensif mendampingi siswa dalam penyusunan dokumen, penulisan esai, strategi pendaftaran universitas luar negeri, hingga penguatan profil akademik dan nonakademik.

Prof. Stella menegaskan bahwa universitas-universitas dunia belum mengenal Fajar Harapan sebelumnya, sehingga perlu upaya untuk memperkenalkan kualitas siswa melalui Program Garuda.

Ia mengakui bahwa keberhasilan 16 siswa tersebut menjadi bukti nyata bahwa Aceh memiliki potensi luar biasa dalam dunia pendidikan.

Dalam sesi motivasi, Prof. Stella berbagi kisah pribadinya saat berjuang mendapatkan beasiswa hingga akhirnya diterima di Harvard University.

Ia menjelaskan bahwa kampus-kampus seperti Harvard, Stanford, dan MIT tidak mengadakan seleksi khusus mahasiswa baru, tetapi lebih menilai perjalanan prestasi siswa sejak kelas X hingga XII, termasuk aktivitas, pengalaman, dan esai pribadi.

Menurutnya, tidak ada satu model khusus untuk menjadi mahasiswa Harvard.

“There is no typical Harvard student,” ujarnya, menegaskan bahwa yang paling penting adalah kepribadian, karakter, dan ciri khas masing-masing individu.

Ia juga menceritakan pengalaman menulis esai berjudul The Tie to the Motherland saat mendaftar Harvard melalui jalur early decision. Dalam tulisan tersebut, ia mengangkat kisah pribadinya sebagai seorang minoritas yang tetap merasa dirinya bagian dari Indonesia, meskipun sering dianggap berbeda.

Baginya, pengalaman personal yang jujur dan bermakna jauh lebih kuat daripada sekadar daftar prestasi akademik.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak pernah merasa minder karena keterbatasan ekonomi.

“Jangan pernah mengatakan keluarga tidak mampu. Jangan menyerah sebelum mencoba,” pesannya.

Selain membahas pendidikan, Prof. Stella juga memperkenalkan konsep happiness treadmill, yaitu kondisi ketika seseorang hanya merasa bahagia sesaat setelah mencapai target, lalu kembali mengejar tujuan baru.

Ia mengajak siswa untuk tidak menunda kebahagiaan hanya karena menunggu pencapaian tertentu, tetapi belajar menikmati proses perjalanan itu sendiri.

Menurutnya, waktu adalah kekayaan terbesar yang dimiliki oleh para pelajar.

Ia menekankan pentingnya menjadikan waktu sebagai investasi untuk masa depan, bukan sesuatu yang dihabiskan tanpa arah.

Dalam penutupnya, Prof. Stella mengajak seluruh siswa untuk terus mengenali potensi diri, fokus pada bidang yang benar-benar disukai, dan berani membangun masa depan dengan penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa dunia terbuka luas bagi siapa pun yang mau berusaha, memiliki kepercayaan diri, dan konsisten mengembangkan kemampuannya.

Kunjungan ini menjadi dorongan besar bagi SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi untuk terus melahirkan generasi Aceh yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.