HUT PGRI ke 74

Tanggal 25 November merupakan Hari Guru Nasional yang ditetapkan pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994. Hari Guru Nasional atau sering disebut HGN sebagai tanda terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tahun ini PGRI sudah memasuki usia yang ke-74 tahun. Setiap perayaan PGRI, dirayakan dalam bentuk upacara peringatan dan di isi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan guru-guru dan siswa-siswa, seperti lomba-lomba.

Tahun ini, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh juga mengadakan berbagai acara yang di khususkan untuk guru-guru bersama siswa. Di awali dengan upacara yang seluruh petugas adalah para guru dan di bantu oleh pegawai tata usaha. Upacara pada hari senin tersebut berjalan dengan khidmat. Bapak Kepala Sekolah Muhibbul Khibri, S.Pd., M.Pd. kembali menjadi pembina upacara pada upacara HUT PGRI tahun ini. Dalam amanatnya, beliau mengatakan “Setiap orang adalah guru untuk dirinya sendiri,” beliau melanjutkan bahwa tidak ada yang namanya mantan guru karena ilmu yang diberikan oleh guru tidak akan pernah hilang. Sosok guru yang paling utama untuk kita adalah kedua orang tua kita.” 

Acara dilajutkan dengan saling bersalaman serta pemberian cendera mata dari seluruh siswa-siswa kepada bapak dan ibu guru. Pada saat ini suasana haru mulai terasa, beberapa siswa dan guru terlihat menangis haru. Bagi kelas XII, ini adalah moment terakhir mereka melakukan kegiatan ini karena tahun depan mereka sudah melanjutkan pendidikan ke universitas impian mereka. Banyak doa, permohonan maaf, serta harapan terlontar saat kegiatan ini berlangsung. Selanjutnya, persembahan dari setiap leting tidak kalah menguras air mata para guru. Air mata kebahagian karena siswa-siswa begitu spesial menampilkan puisi, nyanyian, dan hal-hal lain yang dipersembahkan khusus kepada para guru. 

Beraneka ragam lomba yang membuat atmosfer SMAN 10 Fajar Harapan berubah menjadi sangat menyenangkan dan kekeluargaan. Lomba dimulai dengan pertandingan bulu tangkis antara siswa dengan guru dan pertandingan bola voly. Dilanjutkan dengan perlombaan antar kelas membuat nasi goreng dan membuat aneka minuman segar, yang pesertanya 2 orang siswa dan wali kelasnya masing-masing. Lomba ini merupakan lomba yang yang sangat menyenangkan bagi semua siswa karena persaingan antar kelas sangat ketat.